Type something and hit enter

ads here
author photo
By On
advertise here
Kata "hijrah" akhir-akhir ini menjadi populer terutama di kaum milenial. Hijrah yang dimaksud adalah mulai kembali pada tatanan kehidupan beragama, dan berusaha untuk mematuhi perintah Allah, dan juga menjauhi larangannya serta berusaha untuk menjadi lebih baik, karena sebelum-sebelumnya tidak mengindahkan apa yang telah diperintahkan dan apa yang dilarang oleh agama.
Cara Hijrah Yang Baik dan Benar Agar Tidak Gagal dan Bisa Istiqomah
Tapi yang menjadi permasalahan adalah ketika seseorang "gagal hijrahnya" atau tidak istiqomah setelah hijrah dan akhirnya kembali ke masa lalu yang kelam dan bergelimang maksiat. Olehnya itu, berikut akan dijelaskan kiat-kiat dan cara hijrah yang baik dan benar agar tidak gagal dalam hijrah dan bisa istqomah di atasnya:

Berniat ikhlas ketika hijrah

Hijrah bukanlah kepentingan dunia atau tendensi dunia, akan tetapi ikhlas karena mengharap rido Allah. Seseorang yang hijrah karena Allah maka akan mendapatkan balasan langsung dari Allah. Tap, kalau niatnya hijrah karena dunia maka di dunia sudah dia dapatkan sedangkan di akhirat dia tidak mendapatkan apa-apa alias rugi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau mendapatkan wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia inginkan itu.” [H.R. Bukhari dan Muslim]

Hati itu mudah untuk berubah, dan Allah lah yang maha membolak balikkan hati manusia. Maka kita harus tetap mempertahan niat semata-mata karena Allah dan meminta doa kepadaNya.

Mencari lingkungan atau sahabat yang shalih

Salah satu faktor yang membuat proses hijrah dari seseorang sukses yaitu ketika dia memiliki teman atau sahabat yang selalu memberikan support dan membantunya untuk selalu dekat dengan Allah. Analoginya seperti ini, jika kita berteman dengan penjual parfum maka kita juga akan keciprat dari wangi parfumnya. Sedangkan ketika kita berteman dengan tukang pandai besi, maka kita juga akan mendapatkan bau besi. Jika seseorang hijrah, dan masih berkumpul dengan teman-teman maksiatnya maka susah untuk berhasil atau istiqomah.

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” [H.R. Bukhari]

Mengilmui makna syahadat dengan baik untuk memperkuat pondasi tauhid

Mengucapkan kalimat syahadap merupakan rukun Islam yang paling utama. Seseorang telah sah dikatakan beragama Islam ketika dia telah mengucapkan dua kalimat syahadat. Kalimat tersebut bukan sekadar diucapkan akan tetapi dua kalimat syahadat memiliki makna yang begitu mendalam. Allah telah berfirman di dalam Alquran bahwasanya kalimat syahadat akan meneguhkan seseorang dalam kehidupan dunia dan akhirat.

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan Allah memperbuat apa yang Dia kehendaki” (QS. Ibrahim: 27).

Mempelajari Kitab Suci Alquran

Alquran merupakan pedoman dari umat muslim dan merupakan petunjuk untuk bisa selamat di dunia dan di akhirat. Allah menurunkan Alquran ke permukaan bumi untuk meneguhkan hati seseorang. Telah banyak sekali disebutkan tentang keutamaan membaca Alquran, salah satunya dapat memberikan kekuatan serta kemudahan dalam melaksanakan amalan shalih. Bukan hanya itu, kita juga akan memborong pahala kebaikan yang begitu banyak ketika melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Berusaha tetap melakukan amalan kebaikan meskipun sedikit

Amal merupakan buah dari ilmu agama yang telah kita ketahui. Dan amal merupakan tujuan utama kita dalam berilmu, bukan sekadar menambah wawasan saja. Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (ters-menerus dilakukan) meskipun sedikit. Melakukan amalan yang terlalu semangat juga nampaknya kurang baik, terlebih lagi kalau tidak didasari dengan ilmu. Karena seseorang yang seperti ini biasanya hanya semangat di awal, setelah itu dia sudah tidak melakukan amalan lagi.

Berdoa

Berdoa adalah senjata pamungkas yang bisa diandalkan oleh umat Muslim. Segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini merupakan kehendak dari Allah. Membuat diri kita menjadi istiqomah juga merupakan kehendak dari Allah. Olehnya itu, jika segala ikhtiar (usaha) telah dilakukan untuk tetep istiqomah maka berdoa kepada Allah untuk senantiasa diteguhkan di atas agamaNya. Karena kekuatan doa sangat besar, salah satu yang bisa merubah takdir seseorang adalah dengan kekuatan doa.

Itulah kiat-kiat agar hijrah tidak gagal dan bisa istiqomah. Semoga bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Silahkan dibagian kepada teman Anda yang sedang berusaha juga untuk meninggalkan masa lalu yang kelam dan bergelimang maksiat. Semoga Allah selalu memudahkan langkah-langkah kita untuk bertahan di atas agamaNya. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Click to comment